MEMBANGUN SINERGI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (Proklim) dan MASYARAKAT PEDULI API (MPA)

Oleh : Muhamad Kundarto

ProKlim adalah bentuk apresiasi terhadap kelompok masyarakat yang melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Sedangkan Masyarakat Peduli Api (MPA) adalah kumpulan masyarakat yang secara sukarela bersedia membantu upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan mulai dari pencegahan, pemadaman, sampai penanggulangan dampak. Salah satu kriteria penilaian dalam ProKlim adalah aksi masyarakat dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan MPA lebih fokus dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Terlihat cakupan ProKlim jauh lebih luas dibandingkan MPA, namun untuk ketersediaan anggaran, terdapat perbedaan yang amat sangat signifikan. Mengingat bahwa ProKlim dan MPA sama-sama menjadikan kelompok masyarakat sebagai obyek aktif, maka keduanya dapat bersinergi untuk saling mendukung dan melengkapi. Boleh jadi kedua hal tersebut dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang sama, walaupun dalam cakupan luasan yang berbeda. ProKlim fokus pada luasan tingkat dusun/RW sampai desa/kelurahan. Sedangkan MPA fokus pada luas kawasan yang dapat mencakup beberapa desa.

Masyarakat Peduli Api

Berdasarkan pengamatan selama ini, ProKlim lebih kuat dalam prioritas kelembagaan dan dukungan keberlanjutan serta variasi program yang mencakup banyak aspek. Tentu ini dapat memberikan masukan dan dukungan pada MPA, karena gerakan masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan harus diperkuat dengan kelembagaannya.
Adapun MPA lebih kuat dalam dukungan anggaran dan sarana prasarana. Sehingga ini bisa memberikan dukungan pada ProKlim untuk dapat seiring sejalan.

Bentuk sinergi dapat dilakukan antara lain dengan saling memperdalam dan memberkuat program. ProKlim dapat masuk ke lokasi-lokasi MPA untuk memberikan sentuhan program yang lebih lengkap dan menyeluruh, sehingga kelembagaan masyarakat akan lebih mandiri tanpa selalu tergantung pada bantuan dari pihak lain. MPA juga dapat mewarnai ProKlim, khususnya pada sebaran lokasi yang berpotensi sering terjadi kebakaran hutan dan lahan, misalnya di kawasan gambut yang dibuka untuk perkebunan dan ladang berpindah.

Kegiatan dalam Proklim

Langkah sinergi program dapat dilakukan antara lain : sosialisasi, meeting, penyusunan buku panduan, pelatihan verifikator, studi banding, jambore, deklarasi, seminar, dll. Setiap program dikoordinasikan sehingga jelas “siapa berbuat apa”, sesuai dengan peran masing-masing. Hasil akhirnya, diharapkan banyak lokasi MPA yang masuk kriteria ProKlim dan sebaliknya banyak lokasi ProKlim yang merupakan MPA unggulan. (Share by Marsidi/Bid3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *